Modul Praktikum Acces Point

Modul Praktikum Acces Point


Acces point merupakan suatu perangkat yang sangat penting dalam membangun sistem jaringan komputer tanpa kabel atau wireless. Acces point digunakan sebagai terminal sentral sedangkan untuk komputer - komputer yang terhubung harus menggunakan wireless LAN Card. Berikut langkah - langkah untuk melakukan praktikum Acces Point :

MODUL PRAKTIK INSTALASI ACCES POINT

I. Alat dan Bahan :
1. Acces Point satu unit
2. Wireless Lancard 2 unit
3. PC server / sentral 1 unit
4. PC Client 2 unit
5. Driver Acces Point 1 set
6. Driver LanCard 2 set

II. Langkah Instalasi Wireless Lan Card :
1. Matikan PC Client
2. Buka tutup casing dengan Obeng


3. Pasang W-Lan Card di slot PCI pada PC Client
4. Tutup kembali casingnya, lalu hidupkan PC.
5. Saat PC hidup, system akan langsung mendeteksi adanya perangkat yang baru terpasang, lalu masukan CD driver dan ikuti proses penginstalan driver hingga selesai.
6. Lakukan pada langkah no 1 s/d 5 untuk PC client yang lain.

III. Langkah Instalasi Access Point :
1. Siapkan AP dan pasang sekaligusnya Antena dan kabel power AP.
2. Pasangkan kabel UTP jenis cross dari AP ke Port Lan Card di PC Server.
3. Hidupkan PC server, lalu masukan CD Driver AP ke dalam CDROM kemudian Instal Driver AP pada PC Server hingga selesai.
4. Pilih Star >>pilih My Network Places dengan klik kanan >>pilih properties
5. Muncul Network Connection, pilih wireless network connection dengan klik kanan>> pilih properties>>
6. Muncul Wireless Network Connection Properties >>pilih tab Wireless Network, pada bagian preferred network muncul nama default dari Access Point yang aktif yakni, default.
7. Mengkonfigurasi AP melalui program web browser yakni Internet Explorer (IE) dengan mengetikkan IP address pada kolom Address nya. (IP address dapat dilihat pada buku manual AP).
8. Sesuaikan IP Address PC Server dengan IP address AP agar PC Server dapat mengakses AP yang dilanjutkan dengan pengaturan settingan AP. (missal IP Address AP adalah 192.168.1.50 maka IP address PC server 192.168.1.51)
9. Pilih AP tipe jaringan (infrastruktur) Network only
10. Pada system tray, klik kanan ikon Network, pilih View Available Wireless Network
11. Muncul kotak dialog, lalu cek Allowme to connect >> pilih connect
12. Jalankan program IE, pada bagian address ketik IP address AP, missal ; http://192.168.1.50 hingga akan muncul tampilan login yang meminta pengisian User Name dan Passwor AP (lihat di manual AP).
13. Setelah pengisian login benar antara user name dan password benar, akan muncul halaman control panel AP.
14. Carilah nama SSID (nama workgroup jaringan wireless) nya dan bisa diganti sesuai keinginan kita.

Keterangan :
Wireless LAN terdiri dari 2 jenis topologi, yakni :
1. Topologi Ad hock (peer to peer wireless) yakni bahwa setiap komputer dengan terpasang wireless Lan Card dapat saling terhubung dengan computer yang lain tanpa melalui perangkat Access Point (AP).
2. Topologi Infrastruktur (point to multi point wireless) yakni bahwa setiap komputer dapat saling terhubung dengan komputer yang lain melalui perangkat AP sebagai jalur pusat komunikasinya.
Setiap AP mempunyai; IP Address, SSID, User Name dan Paswword default

Posted by
Arif Syarifudin

More

Apache Web Server di Berbagai Distro

Apache Web Server di Berbagai Distro

Anda yang berkecimpung di dunia web server, pasti pernah mendengar nama Apache, web server standar yang dipaket oleh berbagai macam distribusi Linux. Kemudahan konfigurasi,
unjuk kerja yang bagus, dan arsitektur yang modular, menjadikannya sebagai web
server yang terkenal.
Web server adalah software yang
memberikan layanan web. Web
server menggunakan protokol
yang disebut dengan HTTP (HyperText
Transfer Protocol). Anda mempunyai banyak
pilihan di dunia open source, tergantung
pada keperluan Anda. Dalam tulisan
ini akan kita bahas salah satu web server
yang sangat terkenal dan menjadi standar de
facto setiap distribusi Linux, yaitu Apache.
Apache adalah nama web server yang
dibuat berbasiskan kode sumber dan ide-ide
yang ada pada web server leluhurnya, yaitu
web server NCSA. Sesuai namanya, web
server NCSA dibuat oleh National Center
for Supercomputing Applications.
Tidak seperti poryek leluhurnya yang
dibiayai oleh pemerintah Amerika, web
server Apache dikembangkan oleh sekelompok
programer yang bekerja tanpa dibayar
oleh siapapun. Mereka mengerjakan proyek
ini dengan berbagai macam alasan, akan
tetapi alasan yang paling mendasar adalah
mereka senang jika perangkat lunak mereka
digunakan oleh banyak orang.
Apache adalah web server yang kompak,
modular, mengikuti standar protokol HTTP,
dan tentu saja sangat digemari. Kesimpulan
ini bisa didapatkan dari jumlah pengguna
yang jauh melebihi para pesaingnya. Sesuai
hasil survai yang dilakukan oleh Netcraft, bulan
Januari 2005 saja jumlahnya tidak kurang
dari 68% pangsa web server yang berjalan di
Internet. Ini berarti jika semua web server
selain Apache digabung, masih belum bisa
mengalahkan jumlah Apache. Saat ini ada
dua versi Apache yang bisa dipakai untuk
server produksi, yaitu versi mayor 2.0 dan
versi mayor 1.3. Anda bisa menggunakan
salah satu dari keduanya. Tapi sangat dianjurkan
Anda memakai versi 2.0.
Mengapa kita harus memilih Apache?
Tentu itu pertanyaan yang terfi kir dalam benak
Anda. Ya, tentu saja kita harus mempunyai
alasan untuk segala hal, termasuk memilih
Apache sebagai web server pilihan. Mungkin
daftar berikut bisa menjadi jawabannya.
 Arsitektur modular.
 Mendukung banyak sistem operasi, termasuk
di dalamnya adalah Windows
NT/2000/XP dan berbagai varian Unix.
 Mendukung IP versi 6 (Ipv6).
 Mendukung CGI (Common Gateway
Interface) dan SSI (Server Side Include).
 Mendukung otentifi kasi dan kontrol akses.
 Mendukung SSL (Secure Socket Layer)
untuk komunikasi terenkripsi.
 Konfi gurasi yang mudah dipahami.
 Mendukung Virtual Host.
 Pesan kesalahan multi bahasa dan bisa
dimodifi kasi.
Instalasi Apache
Proses instalasi dari paket binary, berbeda
dalam berbagai distribusi atau distro Linux.
Tergantung pada sistem pemaketan yang
digunakan. Berikut ini pembahasan cara
instalasi binary untuk tiga distro besar dan
cara instalasi dari kode sumber. Untuk pembahasan
selanjutnya akan kita pakai contoh
instalasi dari kode sumber. Tujuannya, agar
mudah diikuti dan seragam untuk berbagai
variasi distribusi Linux.
Debian Sarge
Debian menggunakan sistem pemaketan
.deb. Sistem pemaketan yang mudah tapi
berbasis text ini memungkinkan untuk
melakukan proses pendeteksian ketergantungan
paket secara otomatis. Paket Apache
versi 2.0 terdapat dalam CD kedua dari lima
belas CDROM distribusi Debian. Dalam
contoh ini dipakai versi unstable yang diberi
nama kode Sarge.
Untuk memasukkan daftar paket dari
CD distro, gunakan perintah berikut ini:
# apt-cdrom add
Using CD-ROM mount point /cdrom/
Unmounting CD-ROM
Please insert a Disc in the
drive and press enter
Masukkan CD kedua ke dalam CD drive
dan tekan tombol [Enter]. Tunggu sebentar,
sistem Debian akan membaca informasi
semua paket yang terdapat pada CD tersebut.
Setelah proses tersebut selesai, jalankan
perintah berikut:
# apt-get install apache2
Reading Package Lists... Done
Building Dependency Tree... Done
The following NEW packages will
be installed:
apache2
0 upgraded, 1 newly installed,
0 to remove and 0 not upgraded.
Need to get 0B/31.2kB of
archives.
After unpacking 77.8kB of
additional disk space will be
used.
Media Change: Please insert the
disc labeled
‘Debian GNU/Linux testing
INFOLINUX 05/2005 69
Berita | Ulasan | Adu Software | Utama | Bisnis | Apa Sih Sebenarnya... | Tutorial TUTORIAL
www.infolinux.web.id
Apache Web Server
_Sarge_ - Official Snapshot i386
Binary-2 (20041225)’in the drive
‘/cdrom/’ and press enter
Masukkan CD ROM kedua distribusi
Debian Sarge, kemudian tekan [Enter].
Setelah selesai jalankan skrip untuk menjalankan
server web.
# /etc/init.d/apache2 start
Fedora Core 3
Fedora Core 3 adalah proyek lanjutan dari
Red Hat setelah Red Hat versi 9.0. Yang
ber arti juga memakai sistem pemaketan perangkat
lunak sama dengan Red Hat yaitu
RPM (RedHat Package Manager). Untuk
menginstal paket Apache, Anda memerlukan
CD pertama distribusi Fedora Core 3.
Masukkan CDROM pertama tersebut,
aktifkan terminal dan jalankan perintah:
# mount /media/cdrom/
# rpm -ivh /media/cdrom/Fedora/
RPMS/httpd-2.0.52-3.i386.rpm
Menjalankan server Apache dengan cara
menjalankan skrip:
# /etc/init.d/httpd start
Kemudian akses dengan browser web kesukaan
Anda ke http://localhost.
Mandrake 10
Seperti Fedora Core 3, Mandrake memakai
sistem manajemen paket RPM. Karena memang
Mandrake juga distro turunan dari
Red Hat. Perbedaannya pada pemaketannya
saja.
Untuk menginstall Apache di Mandrake
sangat mudah dengan menjalankan perintah
berikut di terminal (masukkan CD yang
diminta dan tekan tombol [Enter], maka
pengecekan dependensi dan proses instalasi
akan dijalankan oleh URPMI):
# urpmi apache2
To satisfy dependencies, the
following packages are going to
be installed (1 MB):
apache-conf-2.0.48-2mdk.i586
apache2-2.0.48-6mdk.i586
apache2-common-2.0.48-6mdk.i586
apache2-modules-2.0.48-6mdk.i586
Is this OK? (Y/n) Please insert
the medium named “Mandrakelinux
10.0 Official Download CD 1” on
device [/dev/hdc]
Press Enter when ready...
installing /mnt/cdrom/Mandrake/
RPMS/apache2-modules-2.0.48-
6mdk.i586.rpm /mnt/cdrom/
Mandrake/RPMS/apache-conf-
2.0.48-2mdk.i586.rpm /mnt/
cdrom/Mandrake/RPMS/apache2-
2.0.48-6mdk.i586.rpm /mnt/cdrom/
Mandrake/RPMS/apache2-common-
2.0.48-6mdk.i586.rpm
Preparing... ######
################################
1:apache2-common ######
################################
2:apache-conf ######
################################
3:apache2-modules ######
################################
4:apache2 ######
################################
Untuk menjalankan server gunakan perintah:
# /etc/init.d/httpd start
Instalasi dari kode sumber
Proses instalasi dari kode sumber memang
sedikit lebih merepotkan daripada instalasi
dari paket-paket binary semacam rpm atau
deb. Akan tetapi instalasi dengan cara ini tidak
bergantung dari distro Linux yang Anda
pakai. Jadi bisa dipastikan berjalan di semua
distribusi.
Sebelum melakukan proses instalasi menggunakan
kode sumber sebaiknya Anda periksa
sistem Linux Anda apakah sudah terinstal
semua perangkat lunak dalam kategori “development”.
Karena ini akan diperlukan dalam
proses kompilasi. Anda tidak perlu takut-takut
melakukan kompilasi dari kode sumber.
Karena dalam proses tersebut akan dilakukan
pengecekan perangkat lunak yang diperlukan.
Bila terjadi kegagalan, perhatikan pesan
kesalahan yang terakhir. Penyebab kesalahan
yang umum adalah belum terinstalnya
paket pengembangan yang diperlukan.
Sebelum melakukan proses kompilasi,
dapatkan terlebih dahulu fi le kode sumber
yang diperlukan dari url berikut:
http://apache.the.net.id/httpd/
httpd-2.0.52.tar.bz2
Jika url tersebut tidak bisa diakses, Anda
bisa mencari mirror-mirror lain dari situssitus
resmi Apache. Salin fi le tersebut ke direktori
/usr/local/src/.
# cp httpd-2.0.52.tar.bz2 /usr/
local/src/
Setelah itu ikuti langkah-langkah berikut:
1. Uraikan fi le terkompresi di direktori /
usr/local/src/
# cd /usr/local/src/
# tar -xjvf httpd-2.0.52.tar.
Gambar 1. Test Page web server Apache. bz2
70 INFOLINUX 05/2005
TUTORIAL Berita | Ulasan | Adu Software | Utama | Bisnis | Apa Sih Sebenarnya... | Tutorial
www.infolinux.web.id
Apache Web Server
2. Konfi gurasi kode sumber sesuai dengan
lingkungan pengembangan di komputer
tempat Anda bekerja.
# cd httpd-2.0.52/
# ./configure --prefix=/usr/
local/apache –-enable-so
Dengan konfi gurasi ini root direktori
httpd server akan terletak pada direktori
/usr/local/apache/. Pilihan --enable-so,
mengaktifkan dukungan terhadap modul
shared object. Tujuannya agar nanti Anda
bisa menambahkan modul-modul DSO
(Dynamic Shared Object). DSO adalah
modul-modul Apache yang diletakkan
dalam fi le-fi le terpisah, tidak dikompilasi
ke dalam Apache web server itu sendiri.
Modul-modul tersebut bisa dimuat ketika
Apache dijalankan.
Yakinkan dalam proses ini tidak ada masalah
sebelum Anda melanjutkan ke tahap
selanjutnya. Dan kegagalan yang sangat
mungkin terjadi adalah di tahap ini.
3. Jalankan proses kompilasi dan instalasi.
# make
# make install
Perintah make akan mengompilasi semua
kode sumber, kemudian perintah make
install akan menyalin program-program
hasil kompilasi ke direktori masing-masing
sesuai tempat yang telah ditentukan
pada proses konfi gurasi.
4. Salin skrip startup ke direktori startup.
# cp support/apachectl /etc/
init.d/
# chmod 755 /etc/init.d/
apachectl
Jika direktori /etc/init.d/ tidak ada dalam
distribusi Linux And a, lewati saja langkah
ini.
5. Jalankan server web Apache dengan perintah
berikut:
# /etc/init.d/apachectl start
Jika distro yang Anda pakai tidak memiliki
direktori /etc/init.d/ gunakan perintah
ini:
# /usr/local/apache/bin/
apachectl start
Kemudian coba akses dengan browser
alamat http://localhost. Mestinya Anda sudah
bisa melihat halaman “Test Page for
Apache” seperti ditunjukkan pada gambar
1. Tambahkah perintah ini ke dalam fi le /
etc/rc.local agar setiap kali sistem booting,
server web akan dijalankan.
Konfigurasi Apache
Apache mempunyai direktori-direktori
khusus. Masing-masing digunakan untuk
keperluan yang berbeda, yaitu:
 conf/ untuk menyimpan fi le-fi le konfi -
gurasi.
 logs/ untuk menyimpan fi le-fi le log.
 htdocs/ untuk menyimpan dokumendokumen
HTML dan yang lainnya yang
akan diakses oleh pengunjung situs Anda.
 modules/ berisi module-module yang
akan dimuat ke memory oleh Apache ketika
diperlukan.
 cgi-bin/ berisi skrip-skrip CGI.
Jika Instalasi dilakukan dari paket binary,
letak masing-masing direktori ini tergantung
pada kebijakan dari masing-masing distribusi
Linux. Sebagai contoh letak direktori konfi gurasi
dan namanya ditunjukkan pada tabel 1.
Selanjutnya kita akan membahas konfi gurasi
Apache berdasarkan instalasi dari kode
sumber.
Konfigurasi web server untuk domain
Anda mempunyai sebuah domain, katakan
domainku.lab. Dan Anda ingin membuat
sebuah situs web dengan nama www.domainku.
lab. Sengaja diambil contoh domain
yang tidak sesuai dengan top level
domain, agar tidak mengacaukan jaringan
yang sudah terstruktur dengan baik. Tentu
saja untuk membuat web server yang bisa
diakses oleh orang di seluruh dunia melalui
Internet, Anda harus mendaftarkan domain
di perusahaan-perusahaan pendaftaran
nama domain. Dan tentu saja harus sudah
dipersiapkan DNS server. Bagaimana cara
mendaftarkan domain dan mempersiapkan
DNS server tidak dibahas dalam tulisan ini.
Sistem operasi Linux akan menerjemahkan
sebuah nama menjadi nomor IP, paling
tidak bisa melalui dua cara, yaitu:
 File /etc/hosts (hosts).
 DNS server (bind).
Urutannya diatur dalam fi le konfi gurasi
/etc/host.conf. Contoh isi fi le ini adalah:
order hosts,bind
multi on
artinya komputer akan melakukan translasi
nama ke nomor IP melalui fi le /etc/hosts
terlebih dahulu. Jika gagal maka akan dicari
dari DNS server. Tentu saja akan timbul pertanyaan,
dari mana komputer mendapatkan
informasi? Informasi ini didapatkan dari fi le
/etc/resolv.conf atau resolver yang contoh
isinya seperti berikut:
nameserver 202.159.32.2
nameserver 192.168.1.1
Komputer akan mengirimkan permintaan
translasi pertama kali pada server dengan
nomor IP 202.159.32.2, jika gagal akan
mengulang permintaan ke server dengan
nomor IP 192.168.1.1.
Dalam kasus kita kali ini, kita cukup memasukkan
nama web server kita dalam fi le
/etc/hosts. Tambahkan baris berikut dalam
fi le tersebut.
192.168.1.192 www.domainku.lab
Misalkan nomor IP komputer kita adalah
192.168.1.192.
Terlebih dahulu cek apakah nama ini
bisa diterjemahkan ke nomor IP yang benar
dengan perintah ping.
# ping -c3 www.domainku.lab
PING www.domainku.lab (192.168.
1.192) 56(84) bytes of data.
64 bytes from www.domainku.
lab (192.168.1.192): icmp_seq=1
ttl=64 time=0.052 ms
64 bytes from www.domainku.
lab (192.168.1.192): icmp_seq=2
ttl=64 time=0.048 ms
64 bytes from www.domainku.
lab (192.168.1.192): icmp_seq=3
ttl=64 time=0.059 ms
--- www.domainku.lab ping
Distribusi Letak File Konfi gurasi
Debian Sarge /etc/apache2/
Fedora /etc/httpd/
Mandrake /etc/httpd/
Kompilasi dari
kode sumber /usr/local/apache/conf/
(.tar.gz)
Table 1. Letak konfigurasi web server Apache.
INFOLINUX 05/2005 71
Berita | Ulasan | Adu Software | Utama | Bisnis | Apa Sih Sebenarnya... | Tutorial TUTORIAL
www.infolinux.web.id
Apache Web Server
statistics ---
3 packets transmitted,
3 received, 0% packet loss,
time 1999ms
rtt min/avg/max/mdev =
0.048/0.053/0.059/0.004 ms
Selesai. Sekarang kita harus siapkan web
servernya.
Edit fi le konfi gurasi Apache dengan editor
kesukaan Anda, misalnya vi.
# vi /usr/local/apache/conf/
httpd.conf
Semua karakter yang diawali dengan tanda
sharp (#) dianggap komentar saja sampai akhir
baris. Untuk mempermudah proses pengeditan
gunakan fasilitas search editor vi pada
mode perintah. Caranya adalah dengan mengetikkan
karakter slash (/) diikuti katakunci
yang ingin dicari. Misalnya, /ServerName.
Untuk menentukan nama host web server,
gunakan direktif ServerName. Seperti
contoh ini,
ServerName www.domainku.lab
Ganti informasi administrator web server
dengan direktif ServerAdmin. Ingat, gunakan
alamat e-mail yang benar, agar jika terjadi
masalah dengan web server Anda, pengunjung
akan tahu siapa yang harus dihubungi.
Berikan tanda komentar pada baris lain
yang mengandung kata kunci ini.
ServerAdmin webmaster@domainku.
lab
Tentukan juga direktori utama yang dipetakan
dengan nama host kita dengan direktif
DocumentRoot.
DocumentRoot “/home/httpd/html”
Ketika pengunjung menuliskan nama
host web server, maka yang diberikan adalah
dokumen yang berada di direktori ini. Jangan
lupa membuat direktori ini.
# mkdir -p /home/httpd/html
Restart web server dengan menjalankan
perintah berikut.
# /usr/local/apache/bin/
apachectl restart
Sebelum mencoba mengakses web
server, kita sediakan terlebih dahulu dokumen
html sederhana pada direktori /home/
httpd/html.
# echo “Ini web server www.
domainku.lab” >> /home/httpd/
html/index.html
Dan coba akses dengan browser dengan
mengetikkan nama web server kita,
yaitu www.domainku.lab. Jika browser menampilkan
seperti gambar 2, Anda tidak
perlu panik.
Pesan larangan akses ini disebabkan
karena direktori yang disebutkan dalam direktif
DocumentRoot tidak bisa diakses oleh
web server. Sedangkan web server secara default
dijalankan oleh user nobody.
Perhatikan hasil perintah ps berikut.
# ps axuf|grep httpd
root 30521 0.0 0.2 1820
560 pts/1 S+ 19:06 0:00
\_ grep httpd
root 21317 0.0 0.6 3616
1792 ? Ss 16:15 0:00
/usr/local/apache/bin/httpd -k
start
nobody 29977 0.0 0.7 3616
1904 ? S 18:56 0:00
\_ /usr/local/apache/bin/httpd
-k start
nobody 29978 0.0 0.7 3616
1816 ? S 18:56 0:00
\_ /usr/local/apache/bin/httpd
-k start
nobody 29979 0.0 0.7 3616
1816 ? S 18:56 0:00
\_ /usr/local/apache/bin/httpd
-k start
nobody 29980 0.0 0.7 3616
1816 ? S 18:56 0:00
\_ /usr/local/apache/bin/httpd
-k start
nobody 29981 0.0 0.7 3616
1816 ? S 18:56 0:00
\_ /usr/local/apache/bin/httpd
-k start
nobody 30026 0.0 0.7 3616
1816 ? S 18:56 0:00
\_ /usr/local/apache/bin/httpd
-k start
Agar web server bisa mengakses direktori
tersebut, ada dua cara:
 Mengubah kepemilikan direktori /home/
httpd/html menjadi milik user nobody,
 Mengubah hak akses direktori tersebut
agar bisa diakses oleh user nobody.
Gunakan perintah chown untuk mengubah
kepemilikan direktori.
# chown -R nobody /home/httpd/
html/
Untuk mengubah hak akses direktori gunakan
perintah chmod.
# chmod 755 /home/httpd/
# chmod 755 /home/httpd/html/
Gunakan salah satu saja dari alternatif
tersebut, kemudian akses lagi web server
dengan browser. Seharusnya browser akan
menampilkan hasil seperti ditunjukkan pada
gambar 3.
Selesai. Tugas selanjutnya bagi Anda
adalah membangun situs Anda sendiri dengan
format HTML. Selamat bekerja!
Salman AS (sas@salman.or.id)
Gambar 2. Pesan larangan akses dokumen web.
Gambar 3. Hasil tampilan web browser setelah web server selesai dikonfigurasi.

Posted by
Arif Syarifudin

More

Mengkonfigurasi DNS Server:

Mengkonfigurasi DNS Server:
Membuat Primary dan Secondary DNS Server

Untuk beroperasinya sebuah jaringan komputer Internet, sebetulnya pengalamatan sebuah komputer dilakukan menggunakan angka yang dikenal sebagai Internet Protocol (IP) Address yang terdiri dari 32 bit. Tentunya akan sukar bagi manusia / user untuk mengingat sekian juta komputer di seluruh Internet. Untuk itu dikembangkan penamaan mesin yang lebih manusiawi menggunakan konsep Domain Name System (DNS). Pada tulisan ini kami akan mencoba menjelaskan cara mensetup DNS Server di mesin dengan OS UNIX. Kemampuan ini akan sangat dibutuhkan bila sebuah institusi /perusahaan ingin mempunyai nama hostname sendiri di Internet.
Domain Name System adalah salah satu jenis sistem yang melayani permintaan pemetaan IP Address ke FQDN ( Fully Qualified Domain Name ) dan dari FQDN ke IP Address. FQDN lebih mudah untuk diingat oleh manusia daripada IP Address. Sebagai contoh, sebuah komputer memiliki IP Address 167.205.22.114 dan memiliki FQDN “nic.itb.ac.id”. Nama “nic.itb.ac.id” tentunya lebih mudah diingat daripada nomor IP Address di atas. Apalagi setelah lahirnya konsep IP Version 6 yang memiliki 6 segment untuk setiap komputer sehingga nomor IP Address menjadi semakin panjang dan lebih sulit untuk diingat. Selain itu, DNS juga menyediakan layanan mail routing, informasi mengenai hardware, sistem operasi yang dijalankan, dan aplikasi jaringan yang ditangani oleh host tersebut.
Pada sistem operasi UNIX, DNS diimplementasikan dengan menggunakan software Berkeley Internet Name Domain (BIND). BIND ini memiliki dua sisi, yaitu sisi client dan sisi server. Sisi client disebut resolver. Resolver ini bertugas membangkitkan pertanyaan mengenai informasi domain name yang dikirimkan kepada sisi server. Sisi server BIND ini adalah sebuah daemon yang disebut named. Ia yang akan menjawab query-query dari resolver yang diberikan kepadanya.
Pada saat BIND dijalankan, ia memiliki 4 modus operasi, yaitu :
• Resolver-only
Komputer hanya membangkitkan query informasi domain name kepada sebuah DNS server dan tidak menjalankan fungsi DNS server.
• Caching-only
Komputer menjalankan fungsi name server tetapi tidak memiliki database DNS server. Ia hanya mempelajari jawaban-jawaban query yang diberikan oleh remote DNS server dan menyimpannya dalam memory. Data-data dalam memory tersebut akan digunakan untuk menjawab query selanjutnya yang diberikan kepadanya.
• Primary server
Komputer menjalankan fungsi name server berdasarkan database yang dimilikinya. Database ini dibangun oleh administrator DNS. Server ini menjadi authoritative source bagi domain tertentu.
• Secondary server
Komputer menjalankan fungsi name server berdasarkan database yang diambil dari primary server. Proses pengambilan file database ini sering disebut zone file transfer. Ia juga menjadi authoritative source bagi domain tersebut.

Resolver-only
Saat berada dalam modus resolver-only, BIND akan mencari file /etc/resolv.conf (pada UNIX umum) dan membaca konfigurasi yang tertera dalam file tersebut. Jika BIND tidak menemukan file tersebut maka ia akan menggunakan konfigurasi standar yang dimilikinya.
Bentuk dasar sintaks pada file /etc/resolv.conf adalah sebagai berikut :
domain name
nameserver address
[nameserver address]
domain menyatakan default domain seperti yang didefinisikan oleh entry name. Jika ada penulisan nama host yang tidak mengandung tanda baca titik maka resolver akan menambahkan entry name di belakang nama host tersebut. Sebagai contoh, jika Anda menuliskan host name mail saja dan entry name berisi ptn.co.id maka resolver akan menggunakan nama mail.ptn.co.id.
nameserver menyatakan server mana yang harus dihubungi jika ada query dari resolver mengenai domain di atas. Apabila server tersebut tidak bisa dihubungi, server selanjutnya menjadi sasaran lemparan query.

Contoh listing file /etc/resolv.conf :

# Resolver configuration file
domain ptn.co.id
# Server terdekat adalah mumet.ptn.co.id, IP 169.98.3.1
nameserver 169.98.3.2
# Gagal ??? Coba server kedua : nggliyeng.ptn.co.id, IP 169.98.2.15
nameserver 169.98.2.15
# Gagal lagi ??? Server ketiga : ngeh.ptn.co.id, IP 169.98.1.2
nameserver 169.98.1.2

Ketiga modus selanjutnya dapat dijalankan secara bersamaan atau berdiri sendiri pada sebuah komputer yang menjadi DNS server. Pengaturan modus ini dilakukan pada konfigurasi daemon named. File-file penting yang menjadi acuan bagi named untuk beroperasi adalah named.boot, data_cache, data_domain, dan data_reverse. named.boot adalah file yang berisi boot script bagi DNS server. data_cache adalah file yang berisi DNS root server. data_domain adalah file yang berisi pemetaan dari FQDN ke IP Address dan data terlengkap dari domain yang bersangkutan. data_reverse adalah file yang berisi data mengenai pemetaan IP Address ke FQDN. Pada sistem operasi UNIX, file-file tersebut terletak di direktori /etc/namedb. Direktori tersebut menjadi default bagi named.
File konfigurasi yang paling penting bagi named adalah file /etc/namedb/named.boot. File ini berisikan perintah-perintah yang mendefinisikan fungsi named sebagai caching-only server, primary server, atau secondary server.

Caching-only
Jika kita ingin mengatur agar named hanya beroperasi pada modus caching-only maka file named.boot hanya berisi perintah cache diikuti nama file yang berisi server-server utama yang menjadi tempat melemparkan query.
Berikut ini contoh file named.boot dimana kita mengatur named agar beroperasi pada modus caching-only :

; file named.boot
;
; mendefinisikan default directory
directory /etc/namedb
;
; menjadi caching-only server
cache data_cache
;

Primary Server
Jika kita menghendaki named pada komputer kita menjadi primary server, kita tambahkan kata primary diikuti domain yang dipegang oleh named tersebut dan diakhiri dengan nama file yang berisi database domain tersebut..
Sebagai contoh, komputer kita menjadi primary server untuk domain ptn.co.id dengan file data_domain berjudul ptn. Sebaiknya, sebuah primary server juga menjalankan fungsi caching-only. Hal ini untuk menambah kehandalan server dalam menjawab query-query yang cukup rumit. File named.boot akan berisi sebagai berikut :


; file named.boot
;
; mendefinisikan default directory
directory /etc/namedb
;
; menjadi caching-only server
cache data_cache
;
; menjadi primary server atas domain ptn.co.id
primary ptn.co.id ptn
;
; menjadi primary server atas pemetaan IP Address 169.98.1.x ke FQDN
primary 1.98.169.IN-ADDR.ARPA rev_169.98.1.x
;


Jika komputer kita juga menjadi primary server atas pemetaan IP Address 169.98.1.x ke FQDN maka kita tambahkan entry yang terakhir.

Secondary Server
Secondary server adalah DNS server yang menggunakan database domain yang ditransfer dari primary server. Untuk mengatur server agar menjadi secondary bagi domain tertentu, kita tambahkan kata secondary diikuti dengan domain yang dipegang, kemudian diikuti oleh IP Address primary server dan diakhiri dengan nama file databasenya.
Sebagai contoh, komputer kita akan bertindak sebagai secondary server untuk domain pts.ac.id. Primary server domain dipegang oleh server dns.pts.ac.id dengan nomor IP Address 190.21.85.2. Kita edit file named.boot sehingga menjadi seperti berikut :

; file named.boot
;
; mendefinisikan default directory
directory /etc/namedb
;
; menjadi caching-only server
cache data_cache
;
; menjadi primary server atas domain ptn.co.id
primary ptn.co.id ptn
;
; menjadi secondary server atas domain pts.ac.id dari dns.pts.ac.id
secondary pts.ac.id 190.21.85.2 sec_pts
;
; menjadi primary server atas pemetaan IP Address 169.98.1.x ke FQDN
primary 1.98.169.IN-ADDR.ARPA rev/rev_169.98.1.x
;
; menjadi secondary server atas pemetaan IP Address 190.21.85.x ke FQDN
secondary 85.21.190.IN-ADDR.ARPA 190.21.85.2 rev/sec_190.21.85.x


Jika kita juga menjadi secondary server atas pemetaan IP Address 190.21.85.x ke FQDN dari server dns.pts.ac.id kita tambahkan entry yang terakhir.

Langkah selanjutnya adalah membuat file data_domain dan data_reverse (seperti file ptn dan rev/rev_169.98.1.x) yang akan dibahas pada artikel mendatang.

Daftar Pustaka
• RFC 1034, “Domain Names - Concepts and Facilities”
• RFC 1035, “Domain Names - Implementation and Spesification”

Posted by
Arif Syarifudin

More

Administrasi server

Bagian Bagian Administrasi server

Daftar Isi:
Bab 1 Webmin
Bab 2 Konfigurasi Workstation
Bab 3 DNS Server
Bab 4 FTP
Bab 5 Web Server
Bab 6 Mail Server
Bab 7 Webmail Server
Bab 8 Webalizer Web Server Statistik
Bab 9 Proxy Server
Bab 10 Samba Server
Bab 11 Modul Virtual Server
Bab 12 IRC Server

Posted by
Arif Syarifudin

More

pengertian FTP

File Transfer Protokol (FTP)

File Transfer Protokol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang mensupport TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam FTP adalah FTP server dan FTP Client. FTP server menjalankan software yang digunakan untuk tukar menukar file, yang selalu siap memberian layanan FTP apabila mendapat request dari FTP client. FTP client adalah komputer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file (mengupload atau mendownload file).

Tujuan FTP server adalah sebagai berikut :

1. Untuk men-sharing data.
2. Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
3. Untuk menyediakan teempat penyimpanan bagi user.
4. Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.

FTP sebenarnya cara yang tidak aman untuk mentransfer file karena file tersebut ditransfer tanpa melalui enkripsi terlebih dahulu tetapi melalui clear text. Mode text yang dipakai untuk transfer data adalah format ASCII atau format Binary. Secara default, ftp menggunakan mode ASCII untuk transfer data. Karena pengirimannya tanpa enkripsi, maka username, password, data yang ditransfer, maupun perintah yang dikirim dapat di sniffing oleh orang dengan menggunakan protocol analyzer (Sniffer). Solusi yang digunakan adalah dengan menggunakan SFTP (SSH FTP) yaitu FTP yang berbasis pada SSH atau menggunakan FTPS (FTP over SSL) sehingga data yang dikirim terlebih dahulu dienkripsi (dikodekan).

FTP biasanya menggunakan dua buah port yaitu port 20 dan 21 dan berjalan exclusively melalui TCP. FTP server Listen pada port 21 untuk incoming connection dari FTP client. Biasanya port 21 untuk command port dan port 20 untuk data port. Pada FTP server, terdapat 2 mode koneksi yaitu aktif mode dan pasif mode.

untuk penggunaan ftp itu kita bisa download sendiri softwarenya atau langsung saja melalui comment. biasanya aplikasi yang saya pake untuk upload dan download adalah WsFtp_LE, kenapa saya menggunakan aplikasi itu karena aplikasi itu cukup simpel dan ringan buat di gunakan. jadi walaupun kita punya komputer yang minimum tapi kita akan ringan untuk menjalankannya.

kalau cara penggunaan software wsftp saya rasa cukup simpel anda tinggal login dan terus di lanjutkan denga me-drag file yang mana yang mau anda upload atau download.

ada lagi kita bisa menggunakan ftp lewat comment yang default biasanya ada di windows. untuk langkah-langkah penggunaannya adalah. kita masuk ke menu Start–>>Run, terus ketikan command, kemudian anda tentukan folder tempat file yang mau anda upload atau di mana tempat kita menaruh file yang mau kita download.

setelah masuk ke folder yang di maksud kemudian anda ketikan ftp , sebagai contoh ftp aminudin.net dan kemudian dia akan conect ke server yang kita tuju sama seperti yang lainnya kita juga harus memasukan user dan password ftp kita. setelah anda masuk maka anda akan masuk ke menu home ftp kita.anda bisa melihat isi dari home tersebut dengan perintah ls maka kemudian akan muncul rincian file dan folder yang kita miliki. kalau anda mau masuk ke folder lain. sama sepeti biasa-biasanya yaitu dengan memasukan perintah cd sebagai contoh adalah cd public_html. setelah anda masuk ke folder yang kita tuju maka kita bisa langsung saja upload atau download. untuk perintah-perintahnya kalau anda belum tau maka anda tinggal masukan saja tanda “?” sebagai contoh ftp> ? maka akan muncul lish-lish perintah-perintah yang bisa di gunakan di sini. untuk upload file sendiri mengguanakan perintah PUT sebagai contoh ftp>put amin.jpg maka akan langsung file tersebut di upload dari komputer kita ke server. atau anda juga bisa download file yang ada di server ke komputer kita dengan menggunakan perintah get sebagai contoh ftp>get amin.jpg maka file tersebuat akan di copy dari server ke komputer kita. kalau anda telah selesai dengan semua proses maka anda dapat menutup atau keluar dari layanan ftp dengan menggunakan perintah bye.

FTP (singkatan dari File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork.

FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Sebuah Klien FTP merupakan aplikasi yang dapat mengeluarkan perintah-perintah FTP ke sebuah server FTP, sementara server FTP adalah sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan di atas sebuah komputer yang merespons perintah-perintah dari sebuah klien FTP. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus transfer antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP.

Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan Universal Resource Identifier (URI) dengan menggunakan format ftp://namaserver. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.

FTP menggunakan protokol Transmission Control Protocol (TCP) untuk komunikasi data antara klien dan server, sehingga di antara kedua komponen tersebut akan dibuatlah sebuah sesi komunikasi sebelum transfer data dimulai. Sebelum membuat koneksi, port TCP nomor 21 di sisi server akan "mendengarkan" percobaan koneksi dari sebuah klien FTP dan kemudian akan digunakan sebagai port pengatur (control port) untuk (1) membuat sebuah koneksi antara klien dan server, (2) untuk mengizinkan klien untuk mengirimkan sebuah perintah FTP kepada server dan juga (3) mengembalikan respons server ke perintah tersebut. Sekali koneksi kontrol telah dibuat, maka server akan mulai membuka port TCP nomor 20 untuk membentuk sebuah koneksi baru dengan klien untuk mentransfer data aktual yang sedang dipertukarkan saat melakukan pengunduhan dan penggugahan.

FTP hanya menggunakan metode autentikasi standar, yakni menggunakan username dan password yang dikirim dalam bentuk tidak terenkripsi. Pengguna terdaftar dapat menggunakan username dan password-nya untuk mengakses, men-download, dan meng-upload berkas-berkas yang ia kehendaki. Umumnya, para pengguna terdaftar memiliki akses penuh terhadap beberapa direktori, sehingga mereka dapat membuat berkas, membuat direktori, dan bahkan menghapus berkas. Pengguna yang belum terdaftar dapat juga menggunakan metode anonymous login, yakni dengan menggunakan nama pengguna anonymous dan password yang diisi dengan menggunakan alamat e-mail.

Posted by
Arif Syarifudin

More

Membuat Router Sederhana menggunakan Debian

Membuat Router Sederhana
menggunakan Debian

Pertama - tama Siapkan 2 komputer lalu instal komputer tersebut dengan debian , untuk menginstal dengan teks atau grafik ditentukan saat partisi root . Dalam pertemuan kali ini saya akan membahas installasi dengan teks sebagai berikut :
( perintah yang digunakan )
#cd / (masuk root)
#cd etc/network
#pico interfaces
lalu ubah kata2 seperti mulai dari kalimat ini:

----------
----------
----------
----------
#
#
#
#
#
#

Posted by
Arif Syarifudin

More

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / TEKO

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger